Produk panas
Stories and guides

Bolehkah obat disimpan bersama?

pillrun · · 9 Views
Bolehkah obat disimpan bersama?

Bisakah semua obat disimpan bersama?

Banyak keluarga suka menyimpan obat yang sering digunakan dalam satu kotak obat kecil. Padahal, hal ini sangat tidak ilmiah!

Pertama, selama penyimpanan obat dalam jangka panjang, obat akan terpengaruh oleh faktor lingkungan seperti suhu dan kelembapan, sehingga menimbulkan perubahan fisik dan kimia yang kompleks. Jika obat luar dan obat dalam disimpan bersama, keduanya dapat saling memengaruhi.

Kedua, hal ini dapat membingungkan cara penggunaan obat dan menimbulkan bahaya. Misalnya, losion kalamin untuk pemakaian luar terlihat seperti suspensi rasa stroberi sehingga mudah tertelan secara tidak sengaja.

Ketiga, mencampur obat dewasa dan obat anak-anak tidak aman karena keduanya mungkin memiliki nama dan tampilan yang serupa, tetapi spesifikasi yang berbeda. Jika orang tua keliru memberikan obat dewasa kepada anak, hal ini dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan.

Rekomendasi

Obat luar dan obat dalam harus disimpan secara terpisah, begitu pula obat dewasa dan obat anak-anak.

Cukup simpan obat di dalam kulkas?

Banyak orang membeli obat lalu menyimpannya di dalam kulkas karena menganggapnya sebagai cara paling aman untuk menyimpan obat. Namun, obat yang berbeda memiliki kondisi penyimpanan yang berbeda.

Suhu penyimpanan obat dibagi menjadi:

Suhu ruang (0~30℃), seperti suspensi kering azitromisin;

Sejuk (0~20℃), seperti campuran kulit jeruk;

Didinginkan (2~8℃), seperti tablet bakteri hidup Bifidobacterium tetravalen;

Beberapa obat juga perlu disimpan dalam keadaan tertutup rapat, terlindung dari cahaya, dan kering.

Oleh karena itu, tidak semua obat cocok disimpan di dalam kulkas. Misalnya, jika suhu sirop terlalu rendah, kelarutan obat dapat menurun sehingga konsentrasi obat tidak sesuai dengan yang tertera pada label. Jika suhu penyimpanan krim terlalu rendah, hal ini dapat menyebabkan pemisahan dasar krim, sehingga memengaruhi keseragaman dan khasiatnya.

Rekomendasi

Simpan sesuai persyaratan "penyimpanan" pada kemasan atau petunjuk obat.

Jangan mengganti kantong obat.

Kini tersedia kotak obat kecil untuk membawa obat dalam waktu singkat saat bepergian. Banyak orang suka mengeluarkan semua obat untuk satu minggu atau bahkan lebih lama, lalu memasukkannya ke dalam kotak obat kecil.

Namun, membuang kemasan asli obat dan mencampurnya dalam waktu lama adalah tindakan yang keliru.

Membuang kemasan asli dapat memengaruhi stabilitas dan khasiat obat, serta menyebabkan berbagai obat tercampur dan bahkan saling bereaksi.

Rekomendasi

Sebaiknya simpan obat dalam kemasan aslinya. Saat ini, sebagian besar tablet dikemas satu per satu dalam aluminium foil. Anda dapat memotong tablet beserta kemasannya, lalu memasukkannya ke dalam wadah obat kecil, dan jangan lupa mencantumkan tanggal kedaluwarsa.

Jangan lupa untuk membersihkannya secara berkala.

Banyak orang akan bertanya, apakah masa simpan pada kemasan asli masih dapat dijadikan acuan setelah obat dibuka?

Saat obat belum dibuka, masa simpannya dapat mengikuti tanggal kedaluwarsa pada label kemasan obat; setelah dibuka, tanggal kedaluwarsa akan berubah sesuai dengan perubahan kondisi penyimpanan.

Tablet, kapsul, dan sebagainya mudah mengering dan retak; granul, pil, dan obat lainnya mudah menyerap kelembapan; obat cair harus digunakan selama masa pengobatan. Sirup khususnya, karena sifatnya, mudah terkontaminasi mikroorganisme dan berjamur. Bahkan jika obat sudah dibuka dan disimpan di lemari es, obat tersebut tidak cocok disimpan dalam jangka panjang.

Obat cair oral yang tidak disimpan di lemari es, meskipun disimpan secara ketat sesuai dengan kondisi penyimpanan, umumnya tidak disarankan untuk digunakan setelah satu bulan sejak dibuka.

Rekomendasi

Rapikan obat di rumah setiap 3–6 bulan, dan jangan menggunakan obat yang sudah kedaluwarsa atau mengalami perubahan yang signifikan.

Related posts

Halaman ini sementara tidak tersedia. Silakan hubungi layanan pelanggan.